ita.rafie



Kaos Kaki Ibu Baptis. Ghaisan punya ibu baptis :p. Dia adalah sahabat saya, Femi alias black alias iboo alias ipon. Beberapa waktu lalu, ipon datang berkunjung melihat Ghaisan dan membawa setoples kaos kaki lucu buat Ghaisan.

Kaos Kaki Ibu Baptis. Ghaisan punya ibu baptis :p. Dia adalah sahabat saya, Femi alias black alias iboo alias ipon. Beberapa waktu lalu, ipon datang berkunjung melihat Ghaisan dan membawa setoples kaos kaki lucu buat Ghaisan.

Melihat dunia. Ini foto Ghaisan 9 jam setelah dilahirkan. Pipinya tembem dan hidungnya mancung *atau besar ya? Seharian Ghaisan kerjaannya tiduuuuuur aja… Ayo, mirip siapa ya?

Melihat dunia. Ini foto Ghaisan 9 jam setelah dilahirkan. Pipinya tembem dan hidungnya mancung *atau besar ya? Seharian Ghaisan kerjaannya tiduuuuuur aja… Ayo, mirip siapa ya?

Cap kaki. Sebelumnya, dokter memprediksi kalau saya akan melahirkan pada 13 Maret 2010. Namun, pas di hari H-nya, saya belum merasakan tanda-tanda akan memberojol. Akhirnya, dokter menyarankan untuk induksi. Alhamdulillah, bayi saya dan beib lahir sehat pada pukul 22.33 dengan berat 3,2 kg dan panjang 50 cm. Beberapa saat setelah lahir, kakinya pun di cap. Mungilnya…

Cap kaki. Sebelumnya, dokter memprediksi kalau saya akan melahirkan pada 13 Maret 2010. Namun, pas di hari H-nya, saya belum merasakan tanda-tanda akan memberojol. Akhirnya, dokter menyarankan untuk induksi. Alhamdulillah, bayi saya dan beib lahir sehat pada pukul 22.33 dengan berat 3,2 kg dan panjang 50 cm. Beberapa saat setelah lahir, kakinya pun di cap. Mungilnya…

want to be like me!

Hehehe…belakangan, saya suka membaca status twitter teman-teman saya di kantor. Hingga suatu ketika, ada satu pesan yang masuk ke akun saya. Tulisannya begini:

“Kalau saya hamil, saya mau jadi seperti @itarafie… Dia ceria sekali…. :)” post by @diaderivaa

Wah..wah… saya jadi tersandung-sandung membacanya. Sekaligus pengen tertawa. Riva atau biasa dipanggil ipeh merupakan teman saya di kantor. Kami cukup dekat karena sering membicarakan kelakuan orang-orang di kantor kami… *lagak kami memang seperti orang yang paling oke di kantor*

Ipeh memang acapkali bertanya, apa rahasia hamil saya sehingga tidak moody dan emosional. Hah? Saya gak bisa menjawabnya.

Sebab, terkadang, saya bisa menjadi sangat emosional sekali. Pernah belum lama ini, saya menonton acara di Indonesia berjudul “America’s Got Talent”. Acaranya seru dan lucu sekali.

Saat itu, saya terharu melihat perjuangan sepasang suami istri yang menontonkan aksi ilusi. Aksi mereka hebat sekali. Sampai-sampai tiga juri yang menonton memberikan standing applause.

Saya sendiri bisa-bisanya terharu sampai mengeluarkan air mata. Tidak sampai disitu, saya langsung menjadi sedih. Kebetulan di rumah hanya saya sendiri karena beib sedang pergi. Dari sejak menonton aksi itu, saya menangis sendirian di depan TV selama kurang lebih 10 menit.

Saya sendiri bingung kenapa saya bisa tersedu-sedu seperti itu. Hanya saja, memang, saat itu saya juga mengenang kisah-kisah sedih yang pernah saya alami sebelumnya.

Benar-benar lucu ya… So, ipeh… Are you sure want to be like me???!

Suatu malam, sehabis pulang kantor, beib mengajak saya untuk menemaninya mencukur rambut. Biasanya, beib punya tukang cukur langganan di daerah Cidodol dekat penjual sate padang langganan kami. Tapi entah kenapa, malam itu beib mengajak saya untuk pergi ke tukang cukur rambut dekat rumah. Saya sempat mengabadikan momen cukur mencukur itu. Lucunya, tukang cukur ini punya tiga tarif yang ditentukan. Dewasa: Rp 7.000, Anak-anak: Rp 5.000, dan terakhir Jenggot: Rp 3.000. Hahahaha…

Suatu malam, sehabis pulang kantor, beib mengajak saya untuk menemaninya mencukur rambut. Biasanya, beib punya tukang cukur langganan di daerah Cidodol dekat penjual sate padang langganan kami. Tapi entah kenapa, malam itu beib mengajak saya untuk pergi ke tukang cukur rambut dekat rumah. Saya sempat mengabadikan momen cukur mencukur itu. Lucunya, tukang cukur ini punya tiga tarif yang ditentukan. Dewasa: Rp 7.000, Anak-anak: Rp 5.000, dan terakhir Jenggot: Rp 3.000. Hahahaha…

Falah, keponakan saya dari Bali, datang ke Jakarta. Dia akan tinggal bersama orangtua saya untuk beberapa waktu sambil menjalani terapi. Nah, weekend kemarin, saya menemaninya selama beberapa jam. Rupanya, Falah suka mewarnai. Sama seperti kembarannya Falih yang dulu juga sempat tinggal di Kebon Jeruk selama tiga bulan. Meski belum mau bicara, tapi Falah sudah berkomunikasi dengan saya. Dia menarik tangan saya agar menggambar binatang di kertas. Setelah saya selesai, baru dia yang mewarnai. Nanti kita mewarnai lagi ya, Falah…

Falah, keponakan saya dari Bali, datang ke Jakarta. Dia akan tinggal bersama orangtua saya untuk beberapa waktu sambil menjalani terapi. Nah, weekend kemarin, saya menemaninya selama beberapa jam. Rupanya, Falah suka mewarnai. Sama seperti kembarannya Falih yang dulu juga sempat tinggal di Kebon Jeruk selama tiga bulan. Meski belum mau bicara, tapi Falah sudah berkomunikasi dengan saya. Dia menarik tangan saya agar menggambar binatang di kertas. Setelah saya selesai, baru dia yang mewarnai. Nanti kita mewarnai lagi ya, Falah…

Sendirian di rumah membuat saya kreatif. Saya mengabadikan sendiri foto kehamilan saya yang saat ini hampir menginjak delapan bulan. Dengan menggunakan kamera pocket Cannon dan berbekal pelajaran “timer” dari Black, saya melakukannya semuanya sendirian. Mulai jadi model, pengarah gaya, penata cahaya, penata kostum, sampai fotografer. Hasilnya? Gak mengecewakan kan? :)

Sendirian di rumah membuat saya kreatif. Saya mengabadikan sendiri foto kehamilan saya yang saat ini hampir menginjak delapan bulan. Dengan menggunakan kamera pocket Cannon dan berbekal pelajaran “timer” dari Black, saya melakukannya semuanya sendirian. Mulai jadi model, pengarah gaya, penata cahaya, penata kostum, sampai fotografer. Hasilnya? Gak mengecewakan kan? :)

cari angin...

  • Hari Sabtu (16/1) kemarin, saya mengadakan acara syukuran tujuh bulanan. Sebenarnya tidak ada acara besar seperti acara serupa lainnya. Cuma keluarga inti saja yang berkumpul, lalu bersama-sama membaca doa yang dipimpin oleh ayah saya. Selesai itu, kami makan bersama yang diselingi dengan gurau canda.
  • Waktu itu, kami makan bersama di lantai beralaskan karpet. Kemudian, pada saat semua orang menyantap makanannya masing-masing, saya berdiri di belakang kakak ipar saya, yang biasa saya panggil uda. Rupanya, dia merasa terganggu.
  • Uda: Lo gak makan, ta?
  • Saya: Udah kok tadi..
  • Uda: Ya udah, jangan berdiri di belakang gw. Gw lagi nyari angin nih...
  • Saya: Wah, kebetulan dong. Gw lagi buang angin..
  • Hahahahahaha... uda marah-marah dan jadi males makan....

home made ice cream

Meski bentuknya gak keruan, rasanya cukup lezat. Benar-benar seperti es krim sungguhan rasa coklat. Ini es krim buatan rumah. Hasil kreasi saya dengan beib pada waktu weekend kemarin.

Sebenarnya, ada cerita lucu dibalik pembuatan es krim ini. Waktu berbelanja di salah satu suoermarket di Depok, saya melihat ada es krim mentahan yang belum jadi. Cara membuatnya cukup gampang. Yakni, dengan hanya menambahkan air dingin secukupnya dan diaduk.

Karena saya dan beib penggemar es krim, saya pun membelinya. Hanya saja, setibanya di rumah, ada sedikit masalah. Menurut petunjuk pembeliannya, untuk mengaduk es krim, dibutuhkan mixer. Kalau tidak ada, bisa dikocok dengan menggunakan tangan sekuat mungkin hingga merata.

Saya pun langsung melirik beib dan membacakan petunjuk pembuatan es krim keras-keras. Beib langsung bereaksi. “Hah? mau gempor?” sungutnya. Saya pun tertawa.

Akhirnya, beib pun membelikan saya sebuah mixer. Kami membelinya di Carrefour Mall of Indonesia pada saat berjalan-jalan dengan blackibo.

Pulangnya, es krim pun dibuat. Beib yang paling bersemangat. Bahkan kami mengganti air putih dingin menjadi susu cair low fat untuk mendapatkan hasil es krim yang kental dan padat. Setelah diaduk sampai rata dengan mixer baru, es krim dibekukan di freezer antara 4-5 jam.

Hasilnya tidak mengecewakan. Mmmm, kian lezat dengan tambahan batangan twister…

behind the letter of C

  • Di kantor saya bekerja, bulan Desember identik dengan bulan penilaian. Nah, hasil penilaian sebenarnya sudah keluar sejak akhir pekan lalu. Tapi, saya belum mendapatkan informasi apapun terkait hasil kinerja saya selama tahun 2009. Nah, baru kemarin saya diberitahu oleh Mba Ika, mantan atasan saya karena sekarang dia sudah dirolling di harian.
  • ita_rafie: Huhuhu..mba ika udh mulai di harian yaaa
  • ita_rafie: Hehehe
  • hendrikayunapr: waaaa .. iya ni Ta ..
  • hendrikayunapr: ngantuk je :-D
  • ita_rafie: Hahah
  • hendrikayunapr: Ita, aku belum omongin nilaimu ya :-D
  • hendrikayunapr: udah tau?
  • ita_rafie: Ampe malem lg..
  • ita_rafie: Blommmm
  • ita_rafie: Mau mau tauuu
  • hendrikayunapr: iya .. mpe malem
  • ita_rafie: Si ipeh jg penasaraan mba
  • ita_rafie: Hehhe
  • hendrikayunapr: itu penilaian antara tempatku dan jumi
  • hendrikayunapr: dirimu kemarin dapet C
  • ita_rafie: Dia nanya aku
  • ita_rafie: Ooo oke
  • hendrikayunapr: iya .. nanti aku omong dia deh ..
  • hendrikayunapr: jadi gini. penilaian buatmu itu,
  • hendrikayunapr: secara kualitas sudah oke (untuk ukuran magang seperti dirimu ya .. soalnya kan awal2 dirimu di mingguan itu agak keteteran juga to .. walo belakangan sangat baik) :-D
  • hendrikayunapr: tapi ada beberapa poin seperti : usulan masih kurang
  • ita_rafie: :D
  • hendrikayunapr: berita HL 1 juga masih kurang
  • hendrikayunapr: ini ada hitungannya, soalnya. jadi enggak bisa dikatrol :-D
  • hendrikayunapr: yakni 2 per kuartal
  • hendrikayunapr: dirimu kan lima bulan di mingguan, satu bulan di harian ya? (sblm ke web)
  • hendrikayunapr: itu nilainya pas-pasan
  • hendrikayunapr: terus usulannya juga kurang :-D
  • ita_rafie: Ooo sip sip
  • ita_rafie: Usulannya emang kurang mba
  • hendrikayunapr: sedangkan yang lain-lain, seperti koreksi, teamwork, manajemen repoter, etc sih .. dapetnya bagus
  • hendrikayunapr: :-D
  • ita_rafie: Oke..thank u ya mba infonya
  • hendrikayunapr: aku yang minta maaf, kemaren kok enggak sempet omong-omong soal nilai :-D
  • hendrikayunapr: tau2 udah hari senin
  • ita_rafie: Iya ndak apa2...kan sibuk abis mudik
  • ita_rafie: Heheh